Tuesday, 26 October 2010

LPI vs PSSI

LPI(Liga Primer Indonesia) adalah suatu turnamen sepak bola yang boleh di bilang menganut sistem pengorganisasian klub yang mandiri, dimana setiap klub mengatur keuangannya masing-masing tanpa adanya subsidi pemerintah. Arifin Panigoro sebagai pengagas LPI menegaskan, bahwa LPI bukanlah tandingan LSI. Sebaliknya, ia hanya ingin mendirikan suatu kompetisi sepak bola untuk melengkapi liga yang sudah ada, agar tercipta peningkatan standar, kualitas, dan nilai persepakbolaan Indonesia. Namun, dalam surat edaran PSSI yang di tandatangani Nugaraha Besoes, mereka mengancam akan memberikan sanksi tegas kepada pihak-pihak yang terlibat dengan LPI, baik itu pemain, agen, wasit, pengurus klub,serta perangkat pertandingan. Sehingga, mungkin bisa di bilang PSSI menyatakan "perang" terhadap LPI Di sisi lain, banyak pihak yang berharap LPI ini menjadi cikal bakal berdirinya kompetisi yang sehat. Yang tentunya bebas dari campur tangan pihak-pihak tak bertanggung jawab. Sebanyak 17 klub yang sepakat membangun LPI merupakan bukti nyata bahwa mereka menginginkan liga yang mandiri dan profesional. Dalam liga ini, sistem yang di terapkan adalah bagi hasil. Setiap klub di berikan modal awal yang bervariasi jumlahnya, sesuai keadaan klub tersebut. LPI rencananya akan dimulai pada 8 Januari 2011 di Solo, tapi sebelumnya akan di adakan turnamen pra-musim di Medan, Surabaya, dan Makassar.

Thursday, 14 October 2010

Timnas, oh timnas

Laga berat Indonesia versus Uruguay membuahkan banyak pengalaman dan pelajaran bagi pemain, pelatih, maupun kepengurusan Timnas Indonesia dalam bermain di lapangan hijau. Skor 7-1 yang terpetik mungkin mengisyaratkan suatu pesan bahwa Indonesia masih jauh tertinggal di banding tim-tim dunia. Alfred Riedl mengakui bahwa saat itu tim belum pada kondisi terbaiknya. Beberapa pemain tidak bisa tampil karena faktor cedera. Riedl juga menyebutkan soal kurangnya persiapan.
Soal Indonesia kontra Maladewa, skor 3-0 yang di hasilkan tampak cukup memuaskan dan menjadi pelipur lara bagi timnas setalah tumbang oleh Uruguay 7-1. Meski begitu, buruknya kondisi lapangan membuat kedua tim tidak bisa tampil maksimal. Riedl pun mengaku belum puas dengan penampilan tim asuhanya. Ia menilai, masih banyak kekurangan yang harus di perbaiki.
Yang menarik dalam pertandingan tersebut, bahwa pemain-pemain muda unjuk kekuatan dengan menyumbangkan tiga gol ke gawang Maladewa. Striker muda yang akan berulangtahun ke-20 pada 27 Oktober, Oktavius Maniani mencetak gol pertama pada menit ke-31 dengan memanfaatkan umpan Boaz Salosa yang di selesaikan dengan tendangan keras kaki kiri. Hingga turun minum, skor bertahan 1-0. Pada menit ke-68, pelatih menurunkan Yongki Aribowo yang akhirnya memasukan bola pada menit ke-74, menggandakan keunggulan Indonesia. Indonesia menutup kemenangan dengan gol Tony Sucipto yang menggetarkan jala Maladewa oleh tendangan voli.