"Surak surai penonton terdengar gemuruh. Sayup-sayup pelatih meneriakan instruksi bagi para pemain. Wajah tegang diselimuti peluh yang membasahi diri kelelahan. Permainan lawan yang mengintimidasi semakin menambah beban mental dan ketegangan." Mungkin itulah yang bisa digambarkan dari apa yang kita lihat di Bukit Jalil, Malaysia kemarin. Para pejuang kita terlihat down dengan suasana itu. Begitu pula dengan pertandingan lain di luar kompetisi tersebut. Kebanyakan, hakikat dari sepak bola itu sendiri sudah banyak terlupakan. Ingatlah ketika masih kanak-kanak kita sering bermain bola dengan gawang dari sepatu, tas, atau bahkan tembok dan pagar kosong. Pakai alas kaki atau tidak, becek atau kering, demi bermain bersama teman kita tetap main. Tak peduli berapa gol yang di hasilkan, tak peduli besar kecilnya badan, yang penting keceriaan didapat dan penat terlepaskan dengan kebersamaan. Ya, kebersamaan. Bisa jadi itulah yang diperlukan negara ini sekarang.
Saya ternyata menemukan site yang mendukung persatuan sepakbola, hehe
http://www.footballforunity.org/


