Monday, 3 January 2011

Sepak Bola Persatuan


"Surak surai penonton terdengar gemuruh. Sayup-sayup pelatih meneriakan instruksi bagi para pemain. Wajah tegang diselimuti peluh yang membasahi diri kelelahan. Permainan lawan yang mengintimidasi semakin menambah beban mental dan ketegangan." Mungkin itulah yang bisa digambarkan dari apa yang kita lihat di Bukit Jalil, Malaysia kemarin. Para pejuang kita terlihat down dengan suasana itu. Begitu pula dengan pertandingan lain di luar kompetisi tersebut. Kebanyakan, hakikat dari sepak bola itu sendiri sudah banyak terlupakan. Ingatlah ketika masih kanak-kanak kita sering bermain bola dengan gawang dari sepatu, tas, atau bahkan tembok dan pagar kosong. Pakai alas kaki atau tidak, becek atau kering, demi bermain bersama teman kita tetap main. Tak peduli berapa gol yang di hasilkan, tak peduli besar kecilnya badan, yang penting keceriaan didapat dan penat terlepaskan dengan kebersamaan. Ya, kebersamaan. Bisa jadi itulah yang diperlukan negara ini sekarang. Kita bisa melihat kondisi negara kita dengan bercermin pada sepak bola juga. Permainan yang kurang terorganisasi mungkin karena pemerintahnya pun kurang terorganisasi. Kebersamaan yang terjalin antar pemain bisa mencerminkan kebersamaan pemerintah dalam mengelolanya. Bahkan bila kita perhatikan lebih jauh, orang-orang dari berbagai daerah, suku, profesi atau jabatan rela duduk bersama bahkan sampai di pinggiran jalan demi mendukung Timnas kesayangan mereka semua. Itu bisa menjadi cikal bakal bangkitnya persatuan Indonesia. Kenapa tidak? Hakikat sepak bola itu sendiri mengikat keceriaan, persatuan, kebersamaan, dan pengelolaan tim. Bahkan itulah yang dimainkan dan dirasakan oleh Lionel Messi sekalipun dalam masa kecilnya. Semangat tetap meluap-luap walau dengan keterbatasan tubuhnya. Jadi, Mari benahi sepak bola kita dengan Sepak Bola Persatuan yang tetap mengandung Hakikat Sepak Bola yang sebenarnya !

Saya ternyata menemukan site yang mendukung persatuan sepakbola, hehe
http://www.footballforunity.org/

Sunday, 2 January 2011

Irfan Terancam Dipecat dari Timnas?


Kabar bahwa pemain yang bernama lengkap Irfan Haarys Bachdim ini terancam di keluarkan semakin mencuat. Pemain blasteran belanda yang baru-baru ini terkenal karena kepiawaianya bermain bola dan parasnya memberikan kontribusi cukup besar pada Timnas sewaktu Piala AFF lalu. Irfan sekarang tergabung dalam klub lokal Persema Malang. Begitu juga Kim Jeffrey Kurniawan,pemain blasteran yang baru-baru ini menjadi warga negara Indonesia oleh program naturalisasi. Dimana, Persema sudah ikut dalam kompetisi LPI yang ditentang oleh PSSI. LPI adalah liga yang dinilai PSSI adalah tandingan, sehingga klub-klub yang taergabung ke dalamnya dikeluarkan dari keanggotaan PSSI atau dalam hal ini, Timnas. PSSI menyarankan kepada Irfan dan Jeffrey agar mencari klub lain. Keputusan akhir tentang pemecatan ini adalah pada tanggal 6 Januari 2011, 2 hari sebelum pertandingan di LPI dimulai. Banyak orang menentang putusan PSSI ini, karena tentu saja pemain-pemain ini bisa memberikan dampak cukup besar pada Timnas kita. Bahkan, ada juga yang lebih setuju Nurdin Halid yang turun dari PSSI dibandingkan Irfan atau Jeffrey :D

Tuesday, 9 November 2010

Madrid Unstoppable


Musim kelam bagi Real Madrid telah berlalu, berganti dengan musim yang di awali dengan hasil-hasil gemilang. "The Special One" telah memberikan 'sentuhannya' pada klub yang di juluki Los Galacticos ini. Mourinho menemukan performa terbaik tim dan membangun kerjasama yang apik di antara para pemainya. Lihat saja hasil 6-1 yang diperolehnya melawan Racing Santader pekan yang lalu. Para punggawa Madarid melakukan kerjasama yang apik dengan strategi jitu hingga memetik hasil luar biasa. CR7 pun mulai menunjukan ketajamanya dengan menyumbang 4 gol cemerlang dibantu operan-operan cerdik dari kawan-kawanya. Dan sampai saat ini, Madrid belum pernah mengalami kekalahan baik di liga domestik maupun liga Champion. Christiano Ronaldo menjadi sorotan untuk fenomena ini. Begitu pula bintang-bintang lain yang sedang bersinar sekarang ini seperti Mesut Ozil, Gonzalo Higuain, Sami Khedira, dan rekan-rekan. Jadi, untuk saat seperti sekarang ini, bisa dikatakan bahwa, Real Madrid unstoppable !

Tuesday, 26 October 2010

LPI vs PSSI

LPI(Liga Primer Indonesia) adalah suatu turnamen sepak bola yang boleh di bilang menganut sistem pengorganisasian klub yang mandiri, dimana setiap klub mengatur keuangannya masing-masing tanpa adanya subsidi pemerintah. Arifin Panigoro sebagai pengagas LPI menegaskan, bahwa LPI bukanlah tandingan LSI. Sebaliknya, ia hanya ingin mendirikan suatu kompetisi sepak bola untuk melengkapi liga yang sudah ada, agar tercipta peningkatan standar, kualitas, dan nilai persepakbolaan Indonesia. Namun, dalam surat edaran PSSI yang di tandatangani Nugaraha Besoes, mereka mengancam akan memberikan sanksi tegas kepada pihak-pihak yang terlibat dengan LPI, baik itu pemain, agen, wasit, pengurus klub,serta perangkat pertandingan. Sehingga, mungkin bisa di bilang PSSI menyatakan "perang" terhadap LPI Di sisi lain, banyak pihak yang berharap LPI ini menjadi cikal bakal berdirinya kompetisi yang sehat. Yang tentunya bebas dari campur tangan pihak-pihak tak bertanggung jawab. Sebanyak 17 klub yang sepakat membangun LPI merupakan bukti nyata bahwa mereka menginginkan liga yang mandiri dan profesional. Dalam liga ini, sistem yang di terapkan adalah bagi hasil. Setiap klub di berikan modal awal yang bervariasi jumlahnya, sesuai keadaan klub tersebut. LPI rencananya akan dimulai pada 8 Januari 2011 di Solo, tapi sebelumnya akan di adakan turnamen pra-musim di Medan, Surabaya, dan Makassar.

Thursday, 14 October 2010

Timnas, oh timnas

Laga berat Indonesia versus Uruguay membuahkan banyak pengalaman dan pelajaran bagi pemain, pelatih, maupun kepengurusan Timnas Indonesia dalam bermain di lapangan hijau. Skor 7-1 yang terpetik mungkin mengisyaratkan suatu pesan bahwa Indonesia masih jauh tertinggal di banding tim-tim dunia. Alfred Riedl mengakui bahwa saat itu tim belum pada kondisi terbaiknya. Beberapa pemain tidak bisa tampil karena faktor cedera. Riedl juga menyebutkan soal kurangnya persiapan.
Soal Indonesia kontra Maladewa, skor 3-0 yang di hasilkan tampak cukup memuaskan dan menjadi pelipur lara bagi timnas setalah tumbang oleh Uruguay 7-1. Meski begitu, buruknya kondisi lapangan membuat kedua tim tidak bisa tampil maksimal. Riedl pun mengaku belum puas dengan penampilan tim asuhanya. Ia menilai, masih banyak kekurangan yang harus di perbaiki.
Yang menarik dalam pertandingan tersebut, bahwa pemain-pemain muda unjuk kekuatan dengan menyumbangkan tiga gol ke gawang Maladewa. Striker muda yang akan berulangtahun ke-20 pada 27 Oktober, Oktavius Maniani mencetak gol pertama pada menit ke-31 dengan memanfaatkan umpan Boaz Salosa yang di selesaikan dengan tendangan keras kaki kiri. Hingga turun minum, skor bertahan 1-0. Pada menit ke-68, pelatih menurunkan Yongki Aribowo yang akhirnya memasukan bola pada menit ke-74, menggandakan keunggulan Indonesia. Indonesia menutup kemenangan dengan gol Tony Sucipto yang menggetarkan jala Maladewa oleh tendangan voli.